Selasa, 23 April 2019

PILPRES 2019 VERSI KAWAL PEMILU 2109


NO DAERAH PASLON 01 PASLON 02 SUARA SAH SURA TIDAK SAH TPS TOTAL  DATA KPU TPS dg Foto Diterima


Tue Apr 23 2019 18:11:55 GMT+0700
1 ACEH 79.202 487.964 566.884(-282) 15.086 15.610 6.138(34,8% data KPU)


2 SUMATERA UTARA 803.489 830.173 1.632.796(-866) 22.755 42.644 2.731(24,08% data KPU)


3 SUMATERA BARAT 85.127 526.888 611.629(-386) 8.622 16.702 7.035(27,78% data KPU) 1.575(13,89% data KPU) 3.654(53,81%) 68(1%)
4 RIAU 196.785 454.739 651.165(-359) 8.049 17.636 3.250(52,72% data KPU) 3.598(14,21% data KPU) 2.736(44,57%) 117(1,91%)
5 JAMBI 108.506 192.561 301.067(0) 5.803 11.341 5.665(21,57% data KPU) 2.527(40,99% data KPU) 1.156(42,33%) 55(2,01%)
6 SUMATERA SELATAN 256.474 467.394 723.741(-127) 13.486 25.320 1.072(28,21% data KPU) 3.680(14,01% data KPU) 3.437(48,86%) 68(0,97%)
7 BENGKULU 242.905 236.990 478.810(-1085) 12.324 6.165 2.681(49,13% data KPU) 985(25,92% data KPU) 723(22,25%) 51(1,57%)
8 LAMPUNG 375.026 346.055 721.081(0) 12.616 26.265 16.310(56,22% data KPU) 1.510(27,67% data KPU) 1.985(35,04%) 116(2,05%)
9 KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 127.466 74.320 201.687(-99) 5.551 3.800 27.777(20,12% data KPU) 14.853(51,2% data KPU) 87(8,12%) 31(2,89%)
10 KEPULAUAN RIAU 175.437 167.358 342.795(0) 4.498 5.457 23.847(20,67% data KPU) 22.296(16,15% data KPU) 1.171(43,68%) 84(3,13%)
11 DKI JAKARTA 1.743.176 1.606.633 3.349.258(-551) 43.331 29.010 4.071(34,56% data KPU) 22.548(19,54% data KPU) 1.457(8,93%) 743(4,56%)
12 JAWA BARAT 1.822.361 2.686.723 4.507.838(-1246) 87.657 138.050 15.774(12,13% data KPU) 3.668(31,14% data KPU) 5.481(19,73%) 752(2,71%)
13 JAWA TENGAH 3.305.248 1.004.195 4.308.664(-779) 118.720 115.391 8.180(24,48% data KPU) 15.703(12,08% data KPU) 1.299(5,45%) 678(2,84%)
14 DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 521.307 240.744 761.777(-274) 15.667 11.780 2.151(17,37% data KPU) 5.491(16,43% data KPU) 403(9,9%) 99(2,43%)
15 JAWA TIMUR 1.903.736 1.061.780 2.965.516(0) 89.767 130.012 2.415(15,11% data KPU) 2.151(17,37% data KPU) 71(0,45%) 379(2,4%)
16 BANTEN 496.223 636.710 1.132.959(+26) 23.228 33.420 1.153(7,7% data KPU) 1.279(8% data KPU) 2.689(32,87%) 190(2,32%)
17 BALI 407.191 39.431 446.694(+72) 8.122 12.384 2.531(15,36% data KPU) 1.153(7,7% data KPU) 0(0%) 76(3,53%)
18 NUSA TENGGARA BARAT 82.144 171.559 253.703(0) 6.364 15.988 1.468(18,17% data KPU) 2.529(15,35% data KPU) 1.136(47,04%) 174(7,2%)
19 NUSA TENGGARA TIMUR 178.403 25.995 204.398(0) 3.400 14.978 1.878(14,31% data KPU) 1.467(18,16% data KPU) 0(0%) 38(3,3%)
20 KALIMANTAN BARAT 197.889 262.987 461.012(+136) 7.689 16.474 2.211(20,43% data KPU) 1.380(10,51% data KPU) 2(0,08%) 106(4,19%)
21 KALIMANTAN TENGAH 142.885 111.458 254.343(0) 5.324 8.078 967(12,36% data KPU) 1.478(13,65% data KPU) 1(0,07%) 36(2,45%)
22 KALIMANTAN SELATAN 82.064 169.671 251.735(0) 7.528 13.128 1.022(11,13% data KPU) 967(12,36% data KPU) 498(26,52%) 41(2,18%)15.293.098
23 KALIMANTAN TIMUR 142.595 137.431 280.033(+7) 4.843 10.824 4.383(16,64% data KPU) 699(7,62% data KPU) 733(33,15%) 45(2,04%)
24 SULAWESI UTARA 133.607 59.614 193.121(-100) 2.037 7.825 2.024(25,9% data KPU) 2.927(11,11% data KPU) 0(0%) 30(3,1%)
25 SULAWESI TENGAH 60.119 68.851 128.971(+1) 1.272 9.179 1.199(35,65% data KPU) 1.637(20,95% data KPU) 323(31,6%) 37(3,62%)
26 SULAWESI SELATAN 228.741 330.382 559.007(-116) 9.377 26.348 553(14,31% data KPU) 1.199(35,65% data KPU) 1.456(33,22%) 128(2,92%)
27 SULAWESI TENGGARA 111.823 173.464 285.308(+21) 5.106 7.815 613(11,12% data KPU) 553(14,31% data KPU) 387(19,12%) 59(2,92%)
28 GORONTALO 126.011 123.010 249.021(0) 3.052 3.363 394(10,39% data KPU) 613(11,12% data KPU) 0(0%) 25(2,09%)
29 SULAWESI BARAT 63.333 39.479 102.812(0) 1.655 3.864 446(2,93% data KPU) 394(10,39% data KPU) 0(0%) 28(5,06%)
30 MALUKU 61.496 44.913 106.409(0) 1.083 5.514 302(7,72% data KPU) 446(2,93% data KPU) 0(0%) 42(6,85%)
31 MALUKU UTARA 31.425 37.204 68.629(0) 788 3.792 407(18,64% data KPU) 302(7,72% data KPU) 0(0%) 28(7,11%)
32 PAPUA 58.623 24.873 83.496(0) 2.143 15.243 610(19,22% data KPU) 407(18,64% data KPU) 0(0%) 45(10,09%)
33 PAPUA BARAT 34.591 16.921 51.512(0) 476 3.914 302(2,93% data KPU) 604(19,03% data KPU) 0(0%) 20(6,62%)
34 KALIMANTAN UTARA 45.262 24.353 69.615(0) 1.017 2.183 407(18,64% data KPU) 407(18,64% data KP

35 Luar Negeri 163.620


3.174 610(19,22% data KPU)



TOTAL                  

  Paslon 01    

15.293.098



Paslon 02        
: 13.704.649








Minggu, 14 April 2019

PENITIPAN MOTOR DAN JASA RUMAH KONTRAKAN PETAKAN

Penitipan Sepeda Motor Ujang Anto Jl. Baru Kompas, Tambun, Tambun Sel., Bekasi, Jawa Barat 17510 0895-3289-99447 https://maps.app.goo.gl/u4kPh

BITCOIN....AMAN ATAU BRESIKO Sih.....?

Bitcoin Logo


KOMPAS.com - Diakui atau tidak, demam Bitcoin sedang melanda dunia. Cryptocurrency yang bersifat terdesentralisasi dan tidak diatur atau dijamin oleh otoritas pusat ini ramai digunakan untuk bertransaksi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski memiliki sejumlah kelebihan dibanding mata uang "konvensional", Bitcoin bukannya tidak memiliki risiko. Ada beberapa ancaman yang mengintai para pengguna uang virtual ini. Salah satunya berkaitan dengan persoalan penyimpanan Bitcoin. Untuk bisa membelanjakan Bitcoin, pemilik membutuhkan baris kode khusus bernama "private key". Baris kode ini disimpan di dalam "wallet" atau dompet digital. Ketika akan dipakai, barulah pemilik mengakses kode tersebut dan menggunakannya untuk transaksi. Private key bisa disimpan secara lokal di komputer maupun dicetak dengan printer. Persoalan muncul karena baris kode ini bisa dicuri atau hilang. Apabila itu terjadi, maka semua Bitcoin yang terasosiasi dengan private key bersangkutan akan raib selamanya dari tangan pemilik. Kasus seperti ini beberapa terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya peristiwa yang menimpa  Inputs.io. Penyedia wallet online tersebut November lalu dibobol hacker sehingga mengakibatkan para "nasabah" kehilangan Bitcoin senilai 1,2 juta dollar AS. Private key yang disimpan dalam "Cold Storage" (komputer atau media penyimpanan yang tak terkoneksi ke internet) pun memiliki kerentanan tersendiri. Seorang pria bernama James Howells menyimpan 7.500 Bitcoin dalam wallet di dalam hard disk komputernya. Ketika hard disk tersebut hilang, Howells terpaksa merelakan uang virtual senilai jutaan dollar tersebut. Untuk mengurangi risiko itu, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan sedikit berbagi tips. Pengelola salah satu bursa Bitcoin terbesar di Indonesia ini mengungkapkan bahwa dia membikin print-out dompet Bitcoin dalam bentuk tercetak. "Lalu, agar aman, cetakan tersebut kami simpan dalam safety deposit box," kata Oscar ketika ditemui usai acara gathering Indonesia Bitcoin Community di Jakarta, Sabtu (18/1/2014) kemarin. Untuk melindungi wallet online, password yang kuat bisa digunakan. Dapat pula ditambahi layanan otentikasi dua-faktor macam Google Authenticator yang seringkali ditawarkan oleh dompet berbasis web. Backup wallet juga diperlukan untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan server bermasalah atau komputer/hard disk rusak. Risiko finansial Risiko lain terkait Bitcoin adalah nilai mata uang ini sendiri yang terkenal sangat fluktuatif. Pada awal Januari 2013, misalnya, Bitcoin dihargai 13 dollar AS per keping (1 BTC). Angka itu meroket ke lebih dari 1.100 dollar AS per keping pada Desember tahun yang sama, lalu terpangkas menjadi hanya setengahnya (sekitar 500 dollar AS), hanya dalam beberapa jam setelah pelarangan transaksi Bitcoin di China. Ini membuat nilai Bitcoin yang dimiliki menjadi tidak stabil dan menjadi masalah sendiri bagi pelaku bisnis yang memakai mata uang virtual tersebut. Harga barang dan nilai uang yang dibayarkan bisa naik atau turun dengan tajam dalam waktu sangat singkat sehingga berpotensi merugikan salah satu pihak yang terlibat dalam jual beli. Tiyo Triyanto dari IBC mengatakan bahwa salah satu cara mengatasi fluktuasi harga tersebut adalah dengan memakai penyedia jasa layanan finansial Bitcoin semacam Artabit. "Pembeli, misalnya, membayar harga barang yang telah ditentukan dalam bentuk Bitcoin kepada Artabit, sisanya ditangani oleh mereka sehingga resiko bukan berada di tangan pengguna." Dengan asumsi tidak terjadi fluktuasi berlebihan, Bitcoin menawarkan keuntungan tersendiri untuk bisnis yang memasarkan produk secara online karena hampir tak ada biaya transaksi untuk pembeli dan penjual. Begitupun untuk keperluan transfer uang yang dibuat mudah dan murah dibandingkan mata uang konvensional. Seperti mata uang atau komoditas lain, perilaku hoarding atau penimbunan juga terjadi dengan Bitcoin. Di India dan China, misalnya, angka permintaan Bitcoin terbesar disinyalir berasal dari spekulan yang mencari untung. Tak menutup kemungkinan bahwa harga Bitcoin bisa crash apabila sejumlah besar koin virtual tersebut dilepas dalam satu waktu, terlebih dengan kondisi Bitcoin saat ini yang banyak disebut sedang mengalami bubble. Kurang paham Risiko lain yang tak kalah penting datang dari kalangan pengguna Bitcoin sendiri, yaitu kurangnya pemahaman mengenai sifat dan cara kerja cryptocurrency ini. Oscar mengatakan bahwa dia menangkap gejala adanya orang yang nekat berinvestasi di Bitcoin tanpa didukung pengetahuan yang memadai. "Kami mendapat permintaan beli sejumlah Bitcoin, tapi setelah itu pembelinya mengontak dan baru bertanya apa itu Bitcoin," jelas Oscar. Dalam kasus tersebut, dia menerangkan bahwa pihaknya biasanya menolak transaksi agar tak disebut "menawarkan jalan pintas menjadi kaya". Banyak yang mengalami kerugian karena menanam modal di Bitcoin walau sebenarnya tak memahami mata uang tersebut. "Mereka tak tahu kapan harus beli, jual, dan sebagainya. Sebelum investasi, memang mutlak mengetahui seluk-beluk investasi tersebut," kata Oscar lagi. Bitcoin memang bisa diperoleh melalui "penambangan" atau mining. Tapi cara tersebut terbilang sangat lamban menghasilkan Bitcoin bagi kebanyakan pengguna biasa. Mereka yang ingin cepat memperoleh Bitcoin bisa langsung membeli lewat exchange sesuai kurs yang berlaku, namun ini berisiko tinggi mengingat fluktuasi nilai yang bisa sangat ekstrim. Agar lebih aman, Oscar menyarankan investor pemula Bitcoin agar memakai uang yang memang sudah disiapkan agar expendable. "Jangan pakai uang untuk belanja, nanti pusing," katanya. Bitcoin sendiri bukan satu-satunya cryptocurrency yang beredar di dunia. Saat ini tersedia puluhan mata uang digital sejenis yang popularitas dan nilai masing-masingnya bervariasi. Beberapa nama yang sering disebut antara lain Litecoin, Ripple, Dogecoin, dan Coinye West yang dituntut atas pelanggaran merek dagang oleh artis Hip-hop Kanye West.


Kamis, 16 Agustus 2018

KELENGKAPAN SILABUS MEMUDAHAKAN TUGAS DOSEN DALAM MENGAJAR

Silabus bisa berperan layaknya iklan dari mata kuliah yang diampu dosen. Semakin lengkap silabus, maka akan semakin memudahkan dosen dalam mengajar. Untuk itu, silabus harus menarik dan memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya.


Drs. Suprihadi M.Pd. mengutarakan hal itu dalam “Workshop Penyegaran Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Silabus bagi Dosen yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan (Lemdik) Universitas Muria Kudus (UMK) di ruang seminar Lantai IV Gedung Rektorat. 
Pada kesempatan itu Suprihadi memberikan pengarahan serta penyusunan silabus berikut praktik penyusunannya. ‘’Karakteristik silabus yang baik, antara lain memuat pengantar yang menjelaskan kepada mahasiswa mengenai perkuliahan yang akan dijalani bersama, tujuan perkuliahan, serta tugas dan bobotnya dalam penentuan nilai akhir,’’ ujar dosen Program Stud (Prodi) Pendidikan Bahasa Ingggris (PBI) itu.
Dia menambahkan, dalam pelaksanaan di lapangan, cara mengajar dosen satu dengan lainnya, bisa sangat berbeda. ‘’Mengajar itu seni. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bisa sama, tetapi metode dan teknik pengajaran, bisa berbeda,’’ paparnya dalam workshop yang diikuti sekitar 70 dosen dari berbagai Prodi yang ada di UMK.
Narasumber lain, Ir. Endang Dewi Murrnie M.P., menyampaikan, proses pembelajaran yang baik menurut pedoman penyusunan Kurikulum Perggurun Tinggi (KPT) UMK 2015, setidaknya ada enam hal yang harus diperhatikan.  
‘’Enam hal tersebut, harus ada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang jelas, organisasi Perguruan Tinggi (PT) yang sehat, pengelolaan PT yang transparan dan akuntabel, ketersediaan rancangan pembelajaran sesuai kebutuhan dunia kerja, kemampuan dan keterampilan SDM akademik serta non akademik yang professional, lalu ketersediaan sarana prasarana serta fasilitas belajar yang memadai,’’ paparnya.
Selain itu, lanjutnya, penyusunan kurikulum PT perlu mempertimbangkan berbagai aspek, seperti analisi terhadap perkembangan keilmuan, keahlian, kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan, penetapan profil lulusan, penetapan capaian pembelajaran, dan penetapan bahan kajian.
‘’Tugas kepala Prodi bersama tim merumuskan dan menyusun capaian pembelajaran. Dan perlu dipahami pula, dosen adalah ilmuwan sekaligus pendidik. Sebagai pendidik, dosen juga harus menyelesaikan administrasi pendidikan. Salah satu administrasi pendidikan yang  harus dilengkapi yaitu RPS dan Silabus,’’ tegasnya. Workshop yang dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. H. A. Hilal Madjdi M.Pd.