Bekasi, Masyarakat Bekasi sendiri mungkin tidak banyak yang mengetahui asal usul sejarah peradabannya. padahal kalau kita lihat, Bekasi sendiri memiliki posisi yang penting dalam menjadi penyanggah perekonomian daerah Ibukota Jakarta. Jika tidak ada Bekasi, Kota Jakarta pun tidak akan dapat maksimal dalam pertumbuhan ekonominya.
Dikutip dari buku Sejarah Lokal di Indonesia karya Taufik Abdullah, sejarah Bekasi sendiri dimulai sejak zaman kerajaan, tepatnya Bekasi menjadi Ibukota Kerajaan Tarumanegara yang termasuk kerajaan terbesar di Jawa Barat pada masanya.
Sejarah Bekasi dari awal mula menjadi Ibukota Kerajaaan Tarumanegara tertulis dalam Prasasti Tugu yang merujuk pada sebuah sungai besar yang melewati wilayah Bekasi itu sendiri. Nama sungai tersebut adalah Candrabaga yang artinya sama dengan Bagasasi yang menjadi cikal bakal nama wilayah Bekasi. Dari zaman kerajaan hingga sekarang berkembang pesat sebagai kota yang mandiri: Bekasi menjadi ibu kota Kerajaan Tarumanegara karena wilayahnya yang strategis di tanah Jawa Barat.
SEJARAH BEKASI
Pada zaman kerajaan runtuh karena kedatangan bangsa Eropa di tahun 1527, setelah itu Belanda menjadikan Bekasi sebagai distrik yang termasuk kabupaten Jatinegara. Setelah zaman kolonialisme Belanda digantikan dengan zaman penjajahan Jepang Kabupaten Jatinegara tersebut meliputi Cikarang, Kebayoran dan Matraman. Setelah kemerdekaan Indonesia dideklarasikan, kabupaten Jatinegara selalu mengalami perubahan, mulai dari meliputi Tambun, Cikarang hingga Kedung Gede yang sekarang terkenal dengan daerah Bojong.
Bekasi terkenal dengan kota sebagai pemasok pejuang kemerdekaan. Bekasi menjadi wilayah yang paling sulit ditaklukan oleh Belanda. Informasi penting disajikan secara kronologi tahun 1948, Belanda mencoba untuk menguasai Indonesia kembali dan Bekasi dimasukan ke wilayah negara Pasundan yang berbatasan dengan Bulak Kapal dan secara resmi Kabupaten Bekasi dibentuk pada 15 Oktober 1950 berdasarkan UU No. 14 Tahun 1950. Selanjutnya Bekasi awalnya berfungsi sebagai lumbung padi bagi Jawa Barat dan Jakarta. Namun, mulai akhir 1960-an, pemerintah mulai melirik Bekasi sebagai wilayah perluasan industri karena letaknya yang strategis di koridor timur Jakarta.
ERA 1980 : LEDAKAN URBANISASI DAN KOTA ADMINISTRATIF
Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat akibat migrasi pekerja ke Jakarta dan industri lokal membuat manajemen wilayah harus dipecah:
- 1982: Dibentuk Kota Administratif Bekasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan publik di wilayah yang sudah sangat padat, sementara Kabupaten Bekasi tetap fokus pada wilayah yang lebih luas.
- Pembangunan Perumahan: Pada masa ini, pembangunan perumahan skala besar (seperti Perumnas) mulai menjamur, mengubah wajah Bekasi menjadi "kota satelit" bagi para komuter Jakarta.
ERA 1990 : KEMANDIRIAN KOTA BEKASI DAN KAWASAN INDUSTRI RAKSASA
Dekade ini adalah titik balik paling signifikan bagi Bekasi:
- 16 Desember 1996: Berdasarkan UU No. 9 Tahun 1996, Kotamadya Bekasi resmi berdiri sendiri dan terpisah dari Kabupaten Bekasi.
- Kawasan Industri (Kabupaten): Di sisi lain, Kabupaten Bekasi mulai mengoperasikan kawasan industri modern seperti Jababeka, MM2100, dan EJIP. Hal ini menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai zona industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara.
ERA 2000 - 2010 : EKSPANSI INFRASTRUKTUR
Bekasi mulai membangun infrastruktur besar untuk mendukung mobilitas:
- Pembangunan jalan tol (Jakarta-Cikampek) dan jalan tol lingkar luar (JORR) mengubah Bekasi menjadi simpul logistik nasional.
- Pusat perbelanjaan dan apartemen mulai mendominasi cakrawala kota, menandai pergeseran ekonomi dari industri ke sektor jasa dan perdagangan.
- Dikenal sebagai "Daerah Industri", dengan PDRB yang terus dihitung menggunakan tahun dasar 2010 oleh BPS.
- Fokus pada indikator ekonomi seperti konsumsi rumah tangga, pemerintah, investasi, dan ekspor bersih.
- kemajuan ekonomi berbasis industri yang meningkatkan jumlah penduduk, namun juga menghadapi tantangan pengangguran yang sempat naik, sambil menunjukkan perbaikan dalam kesejahteraan sosial (kemiskinan) di akhir dekade, semua dalam konteks perubahan dinamika pemerintahan daerah.
- LRT Jabodebek & Kereta Cepat: Pengoperasian transportasi massal berbasis rel telah mengubah pola hidup warga Bekasi menjadi lebih modern dan terhubung.
- Tol Layang (Sheikh Mohammed bin Zayed): Mempercepat arus logistik dari pelabuhan menuju kawasan industri di Cikarang.
- Smart City: Kota dan Kabupaten Bekasi kini menerapkan sistem digitalisasi dalam pelayanan publik untuk mengelola populasi yang terus bertambah.
RAGAM DAN FAKTA BEKASI
Berikut ini beberapa ragam fakta yang terangkum dari sejarah Bekasi :
Ragam Budaya dan Geografi
- Pusat Pemerintahan: Berada di Cikarang, yang kini berkembang pesat sebagai kota mandiri terpadu.
- Etnis & Budaya: Suku asli wilayah ini adalah Sunda, namun karena migrasi besar-besaran, budayanya kini merupakan perpaduan harmonis antara Sunda dan Betawi.
- Kuliner Khas: Makanan yang paling identik adalah Sayur Gabus Pucung, Bandeng Rorod, dan berbagai jenis penganan tradisional seperti Kue Rangi dan Dodol Betawi.
- Wisata Air Kalimalang: Salah satu proyek besar yang dijadwalkan rampung pada Januari 2026 adalah wisata air dan kuliner di aliran Kalimalang yang akan dilengkapi dengan fasilitas kapal wisata.
- Wisata Alam & Edukasi: Destinasi populer meliputi Gedung Juang 45 (wisata sejarah digital), Danau Tambelang, Pantai Muara Bendera, dan Curug Parigi.
- Fasilitas Modern: Kabupaten Bekasi juga memiliki pusat hiburan modern seperti Waterboom Lippo Cikarang dan Transera Waterpark.
- Kepadatan Penduduk: Menjadi salah satu kabupaten terpadat di Jawa Barat dengan populasi mencapai lebih dari 3 juta jiwa.
- Prioritas Pembangunan 2026: Melalui anggaran APBD sebesar Rp7,7 triliun, pemerintah daerah memfokuskan pembangunan pada infrastruktur jalan dan kesejahteraan masyarakat.












