Untuk melakukan partisi Hardisk di Windows 7, 8, 10 adalah cukup mudah. Dengan mempartisi hardisk tentunya akan membuat file yang kita punya dapat tersusun dengan rapih dengan membuat bagian-bagian ruang hardisk menjadi beberapa bagian. Pada umumnya orang akan membagi partisi hardisk menjadi 2 (dua) bagian yaitu Sistem Operasi (Partisi C) dan Data (Partisi D) kita juga bisa mempartisi hardisk lebih dari 2 partisi.
Cara Partisi Hardisk di Windows 7, 8, 10
Sebelum memulai untuk mempartisi hardisk ini, kamu bisa membuka menu Disk Management dan mengetahui fungsi-fungsi menu yang ada di dalamnya. Untuk membuka menu Disk Management ada bisa mengklick menu Start dan ketikan dalam pencarian disk management dan pilihlah create and format hardisk partition, atau untuk Windows 10 ada langsung klick logo widows dan masuk menu Disk Management.
Seteleh menu Disk Mangement terbuka kamu bisa melihat parisi hardisk yang ada di komputer anda dengan klik kanan tombol Start, pilih "Disk Management", lalu gunakan opsi "Shrink Volume" untuk membagi ruang dan "New Simple Volume" untuk membuat partisi baru. Partisi memisahkan data sistem dan personal, meningkatkan efisiensi penyimpanan, dan mempermudah instalasi ulang OS.
- Langkah-langkah Partisi SSD di Windows 10/11:
- Buka Disk Management: Klik kanan tombol Windows, pilih Disk Management.
- Shrink Volume: Klik kanan pada drive SSD (biasanya C:), pilih Shrink Volume.
- Tentukan Ukuran: Masukkan jumlah ruang yang ingin dipisahkan (dalam MB), lalu klik Shrink.
- Buat Volume Baru: Klik kanan pada ruang yang berwarna hitam (Unallocated), pilih New Simple Volume.
- Selesaikan Wizard: Ikuti langkah Next (format NTFS secara default), atur huruf drive, dan klik Finish.
- Hal Penting:
- GPT vs MBR: Gunakan GPT untuk SSD modern agar kompatibel dengan UEFI dan kapasitas besar.
- Ukuran: Pastikan partisi sistem (drive C:) memiliki ruang yang cukup, disarankan setidaknya 100GB untuk Windows.
- Manfaat: Memisahkan file sistem dari data pengguna membuat pengelolaan data lebih aman.










